Coffe Laut

Coffe Laut Belajar ilmu Alam

21/06/2025

1+1=3

Semoga diperjalnkan jg bs ridho dgn yg diperjalankan& insyAllah yg memperjaalankan jg ridho.
27/11/2019

Semoga diperjalnkan jg bs ridho dgn yg diperjalankan& insyAllah yg memperjaalankan jg ridho.

*INI PERNYATAAN  EKSTRIM, TAPI MUNGKIN BENAR JUGA* *Ucapan Menteri Kesehatan* *di bawah ini patut menjadi renungan !**01...
25/11/2019

*INI PERNYATAAN EKSTRIM, TAPI MUNGKIN BENAR JUGA*

*Ucapan Menteri Kesehatan*

*di bawah ini patut menjadi renungan !*

*01. Masuk ke RS orangnya belum mati, diobati beberapa bulan kemudian mati,*
*coba kamu pikirkan ini diobati hingga sembuh, atau diobati hingga mati ?*

*02. Diabetes :*
*Mula mula satu tanda plus, selama 10 tahun pengobatan berubah menjadi empat tanda plus,*
*coba kamu katakan setelah pengobatan jadi ringan atau tambah berat, serta apakah masih bisa bertahan 10 tahun lagi ...*

*03. Dokter sendiri berdarah tinggi 10 tahun, dia sendiri tidak dapat mengobati dirinya, tapi bisa bisa buka resep untuk pasien darah tinggi.*
*Dokter itu sendiri diabetes 5 tahun, asam urat 8 tahun, membuka resep mengobati pasien yg sakit 1-2 tahun*

*Apakah Ini Tidak Lucu ?*

*04. Gedung RS makin bangun makin besar, pasien sakit makin hari makin banyak, apabila dokter benar benar dapat menyembuhkan pasien, seharusnya pasien makin hari makin sedikit.*

*05. Penderita kanker di operasi, radioterapi, kemoterapi, setelah 2-3 bulan mati, bahkan bangkrut melarat.*
*Andai tidak masuk RS malah bisa hidup 2 tahun, bahkan bisa lebih lama, apakah itu prestasi medis atau hal yg menyedihkan ?*

*06. Jadi seharusnya orang macam apa yang harus ke rumah sakit ?*

*Pertama ==> orang yang butuh pertolongan darurat,*

*Kedua ==> orang yang butuh hemostasis darurat (menghentikan pendarahan).*

*Ketiga ==> orang yang patah tulang tangan / kaki*

*Keempat ==> ibu hamil yang akan melahirkan.*

*Bagi orang orang selain di atas, asal mengatur mentalitas hidup, berolahraga, ubah kebiasaan buruk, gizi seimbang, perawatan dengan herbal sudah cukup !*

*07. Kesimpulan :*
_*Manusia sudah kehilangan pola pikir logis*_

*Sakit → Makan obat*
*Ke dokter → Masuk RS*
*Akibatnya :*
*→Jual rumah*
*→ Pinjam uang*
*→ Diobati sampai mati*

*Inilah kesedihan pola pikir inersial manusiav!Manusia demikian galau dan tersesat !*

‼! *Ingat :* !!!
_*Kunci sehat berada di tangan diri sendiri !*_

*Engkau

Tidak perlu sedih,karena hidup itu memang utk berjuang dan bukan bersenang-senang.
25/02/2019

Tidak perlu sedih,karena hidup itu memang utk berjuang dan bukan bersenang-senang.

Tahun Baruku di Jalanan Emha Ainun Nadjib caknun.com l pustaka Emha.Jika tahun baru tiba, aku mengurung diri di kamar, s...
05/01/2019

Tahun Baruku di Jalanan
Emha Ainun Nadjib
caknun.com l pustaka Emha.

Jika tahun baru tiba, aku mengurung diri di kamar, seharian, semalaman. Aku selalu takut keramaian, sebab dalam keramaian, manusia menari-nari di ombak nilai paling permukaan. Aku selalu sunyi dalam keriuhan, karena dalam keramaian, manusia hanya sekilas-kilas memandang satu sama lain. Keramaian adalah gembok amat rapat bagi ilmu pengetahuan dan kedalaman.

Pijakkan kaki didataran terjal dari tahun ke tahun dari tempatmu masing-masing, juga aku dari tempatku sendiri, tempat yg maaf__ku pilih sendiri.

Apa doa yg kau pilih? Aku mohon supaya Indonesia mulai menemukan akal sehatnya, semoga proses anti pembodohan dibantu oleh para Malaikat, semoga demokratisasi tidak terlalu tahayul, semoga para pemimpin Islam selamat dari atmosfer “shummumbukmun“, serta semoga semua manusia dan kelompok-kelompok manusia dibimbing menemukan “kebenaran yang sejati” dalam “ilallah” yang sesunguh-sungguhnya.

Gusti Allah, kami makhluk yang Engkau istimewakan, namun yang kami himpun adalah kebodohan. Tak sanggup kami temukan “laa ilaaha” ketika berada di pasar, di kantor, di toko- toko, di bioskop, di mana sajan sehingga “ilallah” kami pun kacau balau. Gusti Allah, sampai hari ini pun belum kami masuki surah Al- Ikhlas-Mu dalam kehidupan sehari-hari, dalam politik, dalam kebudayaan, hukum, ekonomi, dan nurani. Kami ini manusia pra-Ibrahim.

Dengan hati berdebar ku masuki 1991, tahun “furqan“, tahun dikotomi, tahun polarisasi ekstrem antara kegelapan dan cahaya

Perkenankanlah aku memasuki “dunia puisi” (telah bertemu dengan-Mu kah rahasia puisi Qur’an di balik setiap hurufnya?). Sebab, buat sementara puisilah penjaga kejujuranku, obyektivitasku, kejernihan, dan kesejahteraanku.

Sudah lama Rabiah melambai-lambaikna tangannya kepadaku, dan ku jawab, “Sebentar, aku masih harus menukangi Lautan Jilbab dan Keluarga Sakinah untuk umat-Mu yang butuh harga diri!”.

Sudah lama Rumi menggoda-goda lagu kangen jiwa terdalamku, namun kujawab, “tunggu dulu”, aku masih harus berkeliling-keliling menemani umat yang kurang disantuni umara maupun ulamanya!

Sudah lama Kahlil Gibran, (yg menjelang akhir hayatnya menyunggi Qur’an diubun-ubunnya namun tak pernah diberitahukan orang kepada kita), berkata,”Untuk apa kau memprimodialkan diri untuk umat yang belum tentu sungguh-sungguh menerimamu? Untuk apa hampir engkau tumpahkan seluruh tahun-tahun hidupmu, tenaga, dan fikiranmu. Engkau sisihkan karier dan hak kehidupan pribadimu untuk umat yang tanpa kepemimpinan dan engkau tak mampu mengubah keadaan itu, untuk orang-orang yang manis didepanmu tapi bisa menikam punggung dari belakangmu?”

Aku jawab, “Tenanglah, Tuhan Maha Dalang, tersenyum dan tertawalah meskipun “rahasia sirrullah” dalam dirimu tak dipahami orang sehingga engkau difitnah dan dikutuk-kutuk….”

Kini kuikuti kaki lelah Rosulullah dan tubuhnya yang terluka dan berdarah sepulang dari Thaif. Kini kuucapkan doa sebagaimana puisi syahadat kembali yg Beliau lantunkan. Rasulullah menangis di antara sholat-sholat malamnya,” Mengapa aku hanya bisa sesekali belaka menangis kepada-Mu, Allah? Aku cemburu kepada rohani Muhammad Idolaku!”

Kepada kaum Muslimin, aku mohon pamit untuk sementara waktu. Selama 15 tahun, engkau pekerjakan aku di “beranda” dan “halaman” masjid. Umat berjubel di situ, membutuhkan peran penyantunan, peran kecendekiaan, peran kesenimanan, peran kekiaian, peran ketabiban sosial, peran sahabat kemanusiaan. Telah kucoba melakukan hal-hal yg sesungguhnya mungkin aku kurang mampu, yg sesungguhnya merupakan kewajiban formal para pemimpin yg berada di “kedalaman masjid”. Aku hanya orang kecil dan lemah, yg pundakku tak berkah menyangga kewajiban makro organisasi tablig, proyek pencerdasan umat, antisipasi atas proses dahsyat pemurtadan, apalagi silaturrahmi penumbuhan yg membutuhkan kohesi strategis dalam skala makro nasional.

Aku hanya orang kecil dan lemah, yg segala pemenuhan amanahku terbentur dinding masjid. Segala aspirasiku, pemikiran-pemikiranku, filosofi, dan usulan strategiku, hasil ‘ngasak’ Qur’an-ku sebagai ” mufassir liar” atau “Kiai Comotan, tidak cukup bermutu untuk bisa diterima di “kedalaman masjid”, dari Muhammadiyah, NU, ICMI, Dewan Dakwah, MUI, dan lain-lain. Yang kujumpai tak lain adalah kekecilan dan kelemahanku. Semua yg engkau minta dariku dan yg aku salurkan dari Allah kepadamu tak pernah cukup terkait dengan strategi organisasional makro kepemimpinan umat ini. Sehingga kini setiap suku kata dr mulutku dan setiap gerak langkah kaki sangat bergantung pada ada tidaknya keterkaitan itu. Tidak lagi bisa dengan gampang kuberikan hanya untuk romantisme sporadis parsial, hanya untuk ombak kecil yg justru segera disapu oleh gelombang besar yg membanjir dr “kedalaman masjid”.

Kepada saudara-saudara seiman di “beranda” dan “halaman” masjid”, akan kuberikan diriku secara tunai jika jaminan darimu pun tunai dan menyeluruh. Aku telah berbicara dengan ratusan kelompok dan ratusan panitia, dan aku menyimpukan kita masih ‘receh’ sehingga kini kulemparkan diriku di jalanan, ke luar pagar halaman masjid untuk menyusun karya bagi anak cucu kelak.

Kuletakkan diriku di jalanan sesak, tempat puisi-puisi tiada berkostum, sebab tubuhnya telah dipenuhi cahaya nuraninya sendiri. Jalanan sesak oleh sahabat-sahabatmu yg engkau remehkan, yg engkau najiskan, yg engkau kafirkan, yg tidak fasih mengucapkan ayat, yg engkau sebut “abangan”, namun tidak bisa engkau jamin bahwa kualitas iman mereka lebih rendah daripada kemantapan dan pameran imanmu dalam formalisme-formalisme.

Engkau tak akan bisa membeli sikapku ini dengan uang berapa pun, dengan air mata atau ‘backibg’ ayat-ayat yg nanti kusediakan diriku untuk berdebat denganmu tentang ayat-ayat itu. Mungkin kita akan saling kehilangan, dan jika kita ingin mengusir rasa kehilangan itu, mari kita selenggarakan perjanjian tunai. Perjanjian tunai antara kita semua penghuni “beranda” dan “halaman” masjid untuk berkata sesuatu, berbuat, menggugat, menuntut, dan mengontrol mereka yg memimpin kita dr “kedalaman masjid”.

‎Atau, barangkali kita sama sekali tidak akan merasa kehilangan sehingga terbuktilah bahwa secara realistis. Pergiku ke jalanan kembali ini tak salah adanya.

(Patang Puluhan 30 Desember 1990, Sumber: buku ” Sudrun Gugat”).

Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat.

Tidak tahu apa yg aq resahkan,mungkin krn b*k hal yg harusnya manfaat tpi tersia2kan krn kebodohan yg tumbuh subur dlm d...
01/11/2018

Tidak tahu apa yg aq resahkan,mungkin krn b*k hal yg harusnya manfaat tpi tersia2kan krn kebodohan yg tumbuh subur dlm diriku😭🤫🤗🙏🏻✌🤭🤭🤭🤷🏻‍♂ antri nunggu mati

Hidup Itu Di HatiEmha Ainun Nadjib Manusia  hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal di hatinya. Hati adalah sebuah...
13/10/2018

Hidup Itu Di Hati
Emha Ainun Nadjib

Manusia hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal di hatinya. Hati adalah sebuah perjalanan panjang. Manusia menyusurinya, menuju kepuasannya, kesejahteraannya, kebahagiannya dan Tuhannya. Berbagai makhluk menghalanginya, terkadang, atau sering kali, dirinya sendirilah yang merintanginya.

Hati adalah pusat kehendak yang membuat manusia tertawa dan menangis, sedih dan gembira, s**a ria atau berputus asa. Manusia mengembara dihatinya: pikiran membantunya, maka pikiran harus bekerja sekeras-kerasnya, pikiran bisa perlu ber-revolusi, pikiran tak boleh tidur, pikiran harus dipacu lebih cepat dari waktu cahaya.

Hati tidak selalu mengerti persis apa yang dikehendakinya. Ia hanya bisa berkiblat ke Tuhannya untuk memperoleh kejernihan dan ketepatan kemauannya.

Pikiran ikut menolongnya mendapatkan kejernihan dan ketetapan itu, tapi pikiran tidak bisa menerangkan apa-apa tentang Tuhannya. Pikiran mengabdi kepada hatinya, hati selalu bertanya kepada Tuhannya. Di hadapan Tuhan, pikiran adalah kegelapan dan kebodohan. Jika pikiran ingin mencapai Tuhannya, ia menyesuaikan diri dengan hukum dimensi hatinya. Jika tidak, pikiran akan menawarkan kerusakan, keterjebakan dan bumerang.

Jika pikiran hanya mampu mempersembahkan benda-benda kepada hatinya, maka hati akan tercampak ke ruang hampa, dan pikiran sendiri memperlebar jarak dari Tuhannya.

Badan akan lebur ke tanah. Pikiran akan lebur diruang dan waktu. Hati akan lebur di Tuhan. Jika derajat hati diturunkan ke tanah, jika tingkat pikiran bersibuk dengan bongkahan logam, maka dalam keniscayaan lebur ke Tuhan, mereka akan hanya siap menjadi onggokan kayu, yang terbakar tidak oleh cinta kasih Tuhan, melainkan oleh api.

Jika hati hanya berpedoman kepada badan, maka ia hanya akan ketakutan oleh batas usia, oleh mati, oleh kemelaratan, oleh ketidakpunyaan. Jika pikiran hanya mengurusi badan, jika pikiran tak kenal ujung maka ia akan rakus kepada alam, akan membusung dengan keangkuhan

Alam merespon apapun perlakuan manusia. Merontanya bumi bisa jadi tidak mengenakannya pola kita yang acuh. Mereka hanya ...
01/10/2018

Alam merespon apapun perlakuan manusia. Merontanya bumi bisa jadi tidak mengenakannya pola kita yang acuh. Mereka hanya sedang menyapa. Jika demikian adanya, jaga dan rawatlah apapun ciptaan-Nya.
Demi bunga yang mekar, demi air bening yang mengalir, demi segarnya udara, demi menetasnya telur, demi tunasnya tumbuh, demi tangis kelahiran, demi apapun. Hidup ini hanya untuk menyaksikan kebesaran-Nya.
Kami lupa nikmat udara,
kami lupa nikmat air,
kami lupa nikmat kopi,
kami lupa nikmat nasi,
kami lupa anak cucu kami,
kami lupa nikmat di bumi,
KAMI LUPA DIRI,
kami melupakan (rizqi)-Mu.


Iki copasan dr tulisane cak Sot gawe aq dewe sing senengku usil🙏🏻👇🏻👇🏻👇🏻Jaman saiki jaman gebluk, jaman blegedes...... Ak...
24/09/2018

Iki copasan dr tulisane cak Sot gawe aq dewe sing senengku usil🙏🏻

👇🏻👇🏻👇🏻

Jaman saiki jaman gebluk, jaman blegedes...... Akeh wong ngurusi wong liyo padahal wes dikei urip dwe, belajar agomo jek wingi wae... Wes komplain komplin ae.... Kowe belajar kuwi gk diuruk i rahmatan ta lee..... Menungso ta orep iku gk biso diukur karo pikiranmu lee.... Orep iku sejuta dimensi
Trs karepmu kowe seng bener, wong liyo salah ngunu ta lee.....
Ngalah-ngalahi gusti pengeran wae kuwe, padane roh....khidupane wong liyo lee.....
Tugasmu orep iku mung moco duduk nyalahke..... Ayate allah kuwi uakehhh.... Lee....
Kecuali onk wong seng wes kluar dari aqidah lan sunnah baru salahke....
Lah urusan menurutmu wong liyo dukur ta gk e, iku urusane wong kuwi... Kowe dikei orep mung fokus noto orepmu, lan saling sambung pandungan, olene ilmumu lakonono, duduk ilmu kuwi digwe senjata ngurusi wong liyo........

Eleng lee..... Jgn terlalu asyik ngurusi wong liyo seakn2 kowe wes paling hebat, keAKUan wes nampak tp kowe ora sadar......

*Kadar60™* jika kau tanya apa itu cinta kpd yg patah hati.mk jawabannya: cinta adalah pedang yg tumpul yg mengiris² hati...
08/09/2018

*Kadar60™*

jika kau tanya apa itu cinta kpd yg patah hati.
mk jawabannya: cinta adalah pedang yg tumpul yg mengiris² hati secara perlahan, berdarah² pedih dn menyakitkan.
jk kau tanya kpd muda mudi yg sedang kasmaran.
mk mreka mnjawab cinta adalah wangi kasturi surga yg menetes kebumi.
jika kau tanya kpd para pendendam: cinta adalah rintihan kesakitan seseorang.
jk kau tanya kpd orang tamak, mk ia akan membuka laci dn mengeluarkan setumpuk harta.
tapi jk kau tanya kpd orang gila, maka ia akan mnjawab: mengapa kau brtanya tentang cinta. seraya ia mmbelah dadanya dng pisau dn mengeluarkan isinya, mncucinya dn meletakkan kembali ketempatnya semula.
jk kau brtanya mengapa kau lakukan itu???
mk sigila akan mnjawab: cinta hanya bersemayam didada yg bersih,, aku rela menahan sakit demi cinta..
jk kau tanya kepadaku apa itu cinta??
mk kujawab: ENTAHLAH .....
Banyak sekali manusia meninggalkan taman bunga, ketika dia butuh wangi, mereka berlari menuju pabrik minyak wangi. lalu mereka dapati wangi beraneka karakter,sifat,dan tingkatan volume. banyak pemuja yg mengarahkan orientasinya pada "bayangan" kebenaran .yg mereka sangka "sebuah kesejatian".sungguh malang mereka yg tdk mengenali dirinya.

*60K@X*

Ijtihad dgn sehelai benang tersulam demi sebuah kehormatan untuk mncapai kemulyaan sbgai persembahan.Proses prjalanan pa...
05/09/2018

Ijtihad dgn sehelai benang tersulam demi sebuah kehormatan untuk mncapai kemulyaan sbgai persembahan.
Proses prjalanan panjang bermula dr ladang menuju almari dan pulang pergi untk mncapai kemulyaan.
Kemulyaan bmkn brtempat pada ladang&almari namun saat melekat pada sang pemakai.

Address

Ngasem
Bojonegoro
62154

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281231310331

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Coffe Laut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share