04/06/2020
Judul Nove: Rantau
Part 1
Judul Bab:"haruskah Aku pergi?
jam 07:30
aaaaaaaaaah teriakku memecah kesunyian dan ketenangan di pagi hari ini.bagaimana bisa Aku terlambat di saat yang benar-benar tidak tepat.
hari ini adalah hari pertama Aku mengikuti ujian Nasional dan ujiannya di mulai dari jam 07:00.
"arggghhh haruskah Aku mandi?"tanyaku dalam hati.tanpa pikir panjang Aku Segera mengguyur tubuhku dengan dua gayung air,membasuhnya dengan handuk lalu berlari menuju kamar.bunyi detikan waktu semakin jelas terdengar dari jam yang tergantung di dinding rumahku.setelah membenahi diri Aku berlari lagi ke kebun belakang rumah mencari mama,tapi tidak ku temukan mama di sana.
"mama di mana e?"tanyaku kesal.
"kau belum berangkat juga jam berapa baru kau pergi sekolah?"
"mama mana sa(saya)pung uang jajan cepat sudah Yuro sudah terlambat ini"omelku pada mamaku tanpa rasa malu.
"ini anak setiap hari uang jajan,kau mau jadi apa nanti cepat sana sekolah biar kau punya otak ada isi sedikit.isinya uang saja di kau punya otak."
"issh mama eeh.kalau mau kasih nah kasih sudah Yuro sudah terlambat ini."
"adoh Tuhan eh,kau ujian ini hari tapi masih bergaya minta uang.ini kau cepat pergi sana awas kalau ada telfon lagi dari sekolah sa cubit kau punya telinga itu."
kata-kata mama barusan bukanlah sebuah ancaman atau masalah bagiku.karena seberapa besarpun Aku membuat kesalahan mama tidak pernah memukuli atau memarahiku dengan kata-kata yang kasar itulah mama.
Sumba Timur adalah Tempat di mana Aku lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tuaku.Aku memiliki 7 bersaudara,enam orang di antara kami adalah perempuan aku anak ke enam dan yang ke tujuh adalah adik laki-lakiku yang sematawayang.
Papa sudah berusia 58 tahun dan mama 56 tahun.di usia mereka yang sudah renta ini masih ada semangat yang luar biasa untuk bekerja demi menyekolahkan 3 anaknya.
kakakku yang ke 1,2,3,dan 4 sudah menikah kakak pertama dan kakak keduaku menikah dengan orang di kampungku,kakak ketiga suaminya dari jawa dan menganut satu kepercayaan dengan suaminya.sedangkan kakak ke empat menikah dengan pria bule asal Austrlia dan tinggal di Bali.kakaku yang ke lima sedang kuliah di surabaya
mengambil jurusan Akademi perawat.
dan Di sini hanya tinggal Aku dan Adikku yang bersama dengan orang tuaku.
Aku sudah berjanji pada diriku bahwa apapun yang terjadi Aku tidak akan pergi meninggalkan kedua orang tuaku. dari sekian banyak anak di kampungku yang pergi merantau di luar pulau sumba Aku tetap memilih untuk tinggal menjaga kedua orang tuaku karena belum terpikir dalam sanubariku untuk meninggalkan mereka begitu jauh.
"huhh Lambat betul sudah ini."gumamku dalam hati setelah memarkir motorku dengan benar Aku berjalan menuju ruang guru dengan langkah gemetar dan keringat dingin mulai bercucuran membasahi keningku.
"mati sudah ini mati sudah"
"kenapa kau terlambat?ko pikir ini sekolahnya ko punya nenek moyang."bentak Pak Umbu membuyarkan lamunanku ..
"ah itu pak guru,itu"
"itu apa?untung ini hari ujian kalau tidak kau tau sendiri akibatnya."
"huftt selamat "bisikku sembari menarik nafas lega karena terbebas dari terkaman pak Umbu.guru yang terkenal paling galak dan di takuti para siswa di SMA NEGERI 1 PAHUNGA LODU.
ujian Nasional berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan para Guru,tapi malah sebaliknya bagi para siswa/siswi yang kemampuannya di bawah rata-rata
salah satunya Aku.Aku sama sekali menganggap setiap ujian itu adalah hal yang amat biasa bagiku.bagaimana tidak, ketika akan ada ujian tidak pernah sedikitpun terpikirkan olehku untuk menyentuh buku dan belajar.bagiku yang paling penting adalah lulus dan mendapatkan Ijasah SMA itu sudah cukup itulah dangkalnya pikiranku...
"woyy...ngelamun terus"suara cempreng Erna mengagetkanku yang tengah Asyik melirik Farland anak kelas XIII IPA 1 yang sedang duduk bercerita bersama teman kelas prianya.
"Erna menurut kau mana yang paling ganteng di sana.?"tanyaku pada Erna sambil menunjuk ke arah Farland dan teman-temannya.
"ishhh mulai kau Yuro ewh, menurut sa sih Jemelson."
"Apa?buta kau punya mata?jelas-jelas Farland paling ganteng di sana."
"hah?Farland..?oh sa tau sudah,Ciee Yuro awhh naksir Farland." timpal Erna mengejekku lalu berlari menuju kantin.di sana ada dua sahabat karibku Anjenia dan Jufrida sedang menunggu kedatanganku dan Erna si cempreng.
menurutku masa SMA adalah masa yang paling membahagiakan.di masa inilah bisa bertemu sahabat dan populernya istilah cinta monyet.
tentu saja, Aku memiliki 3 orang sahabat, kami memberi nama grup ini dengan julukan JUAN-YUEN,JUAN yg berarti JUfrida-ANjenia dan YUEN yg berarti YUro-ErNa.itulah mengapa Aku menganggap masa SMA adalah masa yang paling indah bukan hanya mengerti tentang Cinta tapi juga tentang arti dari persahabatan yang sebenarnya.
"Yuro Apa kau punya cita-cita?"tanya Jufrida memecah kesunyian di antara kami bertiga yang sedang diam menikmati semilirnya angin sejuk di bawah pohon mangga di belakang kelas XII Ipa 1.
"cita-cita? sa juga tidak tau mau jadi apa,sa mau jadi guru tapi,kalau mau kuliah jadi guru,sa tidak s**a pelajaran Matematika hehehe kalian tau sudah toh"
"sama sudah Yur sa juga paling oon Matematika"
"aduhh kenapa kalian bingung begitu?kayak sa begini cita-citanya mau jadi guru Biologi biar sama deng pak Obed ganteng"
"ededeh dasar Anjenia ejek Jufrida di sambung oleh kekehanku dan Erna..
ku ceritakan sedikit mengenai kisah Putih Abuku.
Aku menaksir seseorang semenjak SMP Dialah lelaki tampan yang barusan ku lirik lewat jendela,tapi sayang rasa s**aku tidak berbalas,sepertinya hanya Aku saja yang menaksirnya karena setiap kali Aku berpapasan dengannya Dia tidak pernah tersenyum sedikitpun dan menganggapku hanya sebagai angin lalu.rasaku mulai memudar mengaguminya ketika naik kelas XII Aku mulai menaksir salah satu teman kelasku yang tidak kalah tampannya dengan farland .
Fido huruf depannya namanya Selalu F entahlah mungkin Aku menyukai pemilik nama beriinisial F
dan sayangnya juga tak berbalas. mirisnya nasibku setiap kali menaksir seseorang selalu tak berbalas.hingga akhirnya aku berpacaran dengan Aldhy siswa dari SMA Negeri 2 semata-mata hanya untuk pelampiasan karena kebetulan Aldhy adalah siswa cukup tampan dan terkenal di sekolahnya.
tapi tak ada rasa sedikitpun dalam hatiku untuk Aldhy hingga Aku berniat untuk mengakhirinya sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.
itulah sekilas tentang kisah cintaku yang masih terus berlanjut.
Liburan panjang telah di mulai dari hari ini.kebahagiaan tiada tara meliputi hati setiap siswa/siswi Kelas XIII yang sudah bosan dengan suasana sekolah.bagi mereka sekolah adalah penjara yang sangat membosankan.tapi tidak bagiku Aku akan merindukan suasana sekolah dan tingkah konyol 3 sahabatku.kelas XIII di liburkan hingga saat penerimaan amplop kelulusan.
selama libur panjang ini Aku sibuk ke laut bersama mama membantu mama merawat bibit rumput laut dan memanennya saat waktunya tiba secara bersama.mungkin kebanyakan dari teman-temanku yang menggunakan liburan ini untuk rekreasi dan jalan-jalan mengelilingi seluruh tempat wisata di pulau sumba tapi Tidak denganku. bagiku membantu Mama adalah hal yang paling membahagiakan.
saat Aku tengah sibuk membersihkan rumput laut kering,kembali tergiang di benakku pertanyaan Jufrida di sekolah beberapa hari yang lalu sebelum libur.
cita-cita dan mimpiku tidaklah berlebihan.dari kelas V SD Aku sangat iri melihat penampilan luar biasa dari seorang pendeta yang berkhotbah dengan semangat berapi-api.melihat itu Aku juga ingin menjadi seorang pendeta alangkah bahagianya menjadi seseorang yang berharga di mata Tuhan.
"ahh mana bisa sa jadi pendeta,sedangkan sa mulut cerewet begini."sargahku membuyarkan lamunanku yang menurutku tidak masuk akal.
hal yang sama terjadi ketika Aku menyampaikan tentang cita-citaku pada mama.mamapun tidak setuju dan menganggapku tidak cocok menjadi seorang pendeta,karena kepribadianku sedikit buruk Aku sering mencaci siapapun yang membuatku marah bahkan Aku adalah orang yang terkesan kasar dalam berbicara karena itulah mama tidak setuju Aku menjadi pendeta.berbeda dengan papa,papa mendukung apapun yang menjadi keinginan dan cita-citaku,menurut papa setiap manusia punya dosa hanya saja cara berbuat dosa setiap manusia itu berbeda-beda.kata-kata papalah yang membuat tekadku untuk menjadi seorang pendeta semakin kuat.tapi ada satu penghalang lagi yang membuatku masih memendam mimpiku ini, kehidupan ekonomi keluargaku yang hanya cukup untuk makan sehari-harinya membuatku menunda mimpiku untuk sementara,di tambah lagi kakaku yang kuliah di surabaya masih 2 tahun lagi.itupun biayanya di bantu oleh kakak keduaku dan suaminya.
rasa bersalah selalu saja menghantuiku.karena itulah Aku menjadi malas memikirkan cita-citaku.Aku berniat untuk tidak membicarakannya lagi di depan mama ataupun papa dan hanya akan memendamnya dalam hati saja.cukup kakaku saja yang menjadi orang sukses Aku akan membantu menjaga Mama dan papa di masa tua mereka karena mungkin sudah nasibku yang hanya bisa bermimpi tanpa harus terwujud.
liburan sekolah bagi siswa/siswi kelas XIII tlah berakhir.pembagian amplop kelulusan berjalan dengan lancar dan kebahagian mewarnai rona p**i setiap siswa/siswi ketika membuka amplop dan melihat hasil jerih payah selama 3 tahun ini tidak sia-sia.
SMA NEGERI 1 PAHUNGA LODU Lulus 100% sinar kebahagiaan terpapar dari wajah setiap Guru dan siswa/siswi.tak terasa waktu cepat sekali berlalu Aku harus meninggalkan sekolah ini dengan sejuta kenangan baik dan buruk yang pernahku lalui di Gedung ini.
dari semua teman-temanku yang sibuk membicarakan universitas Aku lebih memilih menyendiri di dalam kelasku dan menundukkan kepalaku di atas meja.mataku terpejam sesaat dan tiba-tiba pintu kelas terbuka dan tampaknya dua orang yang memasuki kelas ini tidak asing.Aku lalu bersembunyi di bawah meja dan menundukkan kepalaku sejajar dengan kursi.tampak samar-samar terdengar bisikan Suara Alestri berbisik dengan sebutan "jangan" sebanyak 3 kali.pikiranku menjadi tidak karuan takut seolah-olah dua orang ini berbuat hal yang tidak-tidak di dalam kelas.tanpa menunggu lama Aku berdiri dan menendang kursi plastik berwarna merah hingga terpental ke samping meja di sebelah tempat dudukku sembari berseru kencang.
"woyy kamu dua kalau mau mesum jangan di si....."
suaraku tertahan ketika ku lihat Farland sedang memegang tangan Alestri dan gunting kuku di tangannya jatuh ke lantai karena kaget mendengar teriakanku,mukaku berubah memerah karena rasa malu yang tiada taranya.
"ahmmahmm maaf ewhh sa kira.."tanpa melanjutkan kata-kataku Aku keluar dari kelas dan meninggalkan Farland dan Alestri yang terlihat masih bingung dengan tingkah konyolku.
itu merupakan hal paling memalukan yang pernah terjadi di masa Putih Abu-Abuku dan Aku akan tersenyum sendiri seperti orang gila ketika mengingatnya.bertingkah bodoh di depan orang yang ku taksir dan pacarnya...Aduhhh
maluku di Ambon😂.
sudah 5 bulan setelah kelulusanku ini Aku di rumah membantu mama menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah dan setelah itu pergi ke laut,tidak ada waktu bagiku untuk bersenang-senang.kehidupanku tidak seindah teman-temanku.kebanyakan ku lihat dari teman-teman kelasku mengunggah foto mereka yang sedang duduk di bangku kuliah dan tak lupa melampirkan foto universitas dan jurusan yang mereka ambil haruskah itu membuatku iri,tentu tidak, bagiku membantu mama dan papa serta menjadi kakak yang baik bagi adik-adiknya adalah kebahagian terbesar dalam hidupku.
siang ini ku lihat mama menangis setelah selesai mengangkat telfon,dengan hati hati Aku berjalan pelan ke arah Mama dan memeluknya dari belakang,
"kenapa Mama?menangis lagi? tu muka tambah jelek nanti"ledekku membuat Mama respect menghapus air mata yang membasahi p**inya yang kian keriput.
"tidak ada Adi ewh,ini mata kena pasir tadi"bantah Mama menutupi kesedihannya. padahal Aku sudah tahu mama membohongiku, terlihat jelas bahwa mama barusan menangis karena di telfon Kakaku yang di surabaya mengenai biaya kuliahnya.
bukan hanya sekali,Aku sudah sering melihat Mama meneteskan air mata setiap kali selesai menelfon.
Mama merasa menyesal tidak bisa mengirim uang. Mama hanya akan menghibur kakak dengan kata sabar dan setelah menutup telfon ia akan menangis karena penyesalannya.
Akupun akan merasakan hal yang sama.ketika melihat mama menjatuhkan air mata ingin rasanya Aku menelfon kakaku lalu memakinya,haruskah ia terus menelfon mama dan melukai persaan mama dengan keluhannya,Kenapa Dia harus mengikuti kata-kata kak Asri untuk kuliah kalau pada akhirnya mama yang harus menanggungnya.Aku terdiam sejenak dengan beribu pemikiran, haruskah Aku Merantau agar beban yang di pikul keluargaku sedikit berkurang.
Aku menutup mata dan melipat tanganku di dada.sembari meminta petunjuk pada Tuhan apakah keputusanku ini benar atau salah.
"Merantau?Kau mau kerja apa di Bali sana?"
"biar sa pergi kerja biar bisa bantu kakak pung biaya kuliah,sa tidak mau lihat Mama susah gara-gara kakak."kata-kataku sontak membuat Mama menjatuhahkan air mata.
rasa bersalah yang amat dalam menghampiri sanubariku yang serasa ingin menangis sekencang-kencangnya karena lagi-lagi mama menagis karena diriku.