16/12/2025
Bayangin nyimpen data bukan di hard disk, SSD, atau tape, tapi di kepingan kaca.
Teknologi 5D glass storage atau yang mereka sebut memory crystals ini diklaim bisa nyimpen data sampai 13,8 miliar tahun — kira-kira seusia alam semesta. Gila nggak tuh? Dalam satu keping kaca 5 inci, datanya bisa dipadatkan sampai 360 TB, ditulis pakai laser femtosecond super presisi.
Startup asal Inggris bernama SPhotonix bilang, mereka lagi siap-siap masuk ke dunia nyata, dengan rencana uji coba sistem cold storage berbasis kaca di data center dalam dua tahun ke depan.
Cara kerjanya?? Medianya berupa kaca fused silica, lalu data ditulis dalam struktur nano super kecil. Disebut 5D karena datanya disimpan di lima dimensi: posisi x, y, z, plus arah dan intensitas struktur nano itu sendiri. Bacanya pun pakai cahaya terpolarisasi. Menurut SPhotonix, selama nggak ada bencana fisik aneh-aneh, data di kaca ini bisa awet miliaran tahun tanpa degradasi.
Soal performa, jujur aja masih pelan. Prototipe sekarang baru bisa nulis sekitar 4 MB/s dan baca 30 MB/s — jelas masih kalah jauh dibanding solusi arsip modern. Tapi mereka punya roadmap, dan targetnya dalam 3–4 tahun ke depan bisa tembus 500 MB/s untuk baca dan tulis.
Dari sisi biaya, versi awalnya juga masih mahal. Mesin penulisnya diperkirakan sekitar US$30.000, sementara alat bacanya US$6.000. Reader versi lapangan ditargetkan siap dalam 18 bulan. Total dana yang sudah mereka kumpulkan sejauh ini sekitar US$4,5 juta, dan sekarang mereka lagi naik level dari TRL 5 ke TRL 6, artinya mulai diuji di lingkungan operasional beneran, bukan cuma di lab.
Yang menarik, media kaca ini air-gapped secara alami, nggak butuh listrik buat nyimpen data, dan cocok buat arsip jangka panjang yang nggak butuh akses cepat.
SPhotonix juga bukan satu-satunya pemain. Microsoft punya Project Silica, dan ada juga startup lain kayak Cerabyteyang main di media keramik. Bedanya, SPhotonix nggak mau bikin layanan storage end-to-end sendiri, tapi lebih fokus melisensikan media dan platform optiknya biar bisa nyatu ke infrastruktur data center yang sudah ada.