06/09/2024
RUMUS KUDA-KUDA BAJARINGAN PEMULA
Rangka Atap Baja ringan saat ini sudah banyak digunakan sebagai bahan struktur rangka atap untuk bangunan rumah tinggal. Adapun jenis baja ringan terdiri dari kaso, kanal dan reng. Material ini dipilih karena memiliki sifat-sifat yang baik yaitu memiliki kekuatan dan ketahanan korosi yang baik dan memiliki bobot yang ringan. Atap limasan dengan bentuk limasan yang terdiri dari dua bidang miring trapesium dan cocok untuk menggunakan rangka atap baja ringan. Selain itu, material ini juga dapat digunakan untuk pemasangan kanopi baja ringan. Sebelum pemasangan rangka baja ringan, Sobat Builders perlu memperhitungkan rumus kuda-kuda yang tepat.
Kuda-kuda merupakan rangka baja ringan yang terdiri dari berbagai macam ukuran. Ukuran baja ringan dimulai dari 0.75 – 1 mm. Kuda-kuda ini akan dipasangkan di atas tumpuan struktural yang telah dibuat. Fungsi kuda kuda baja ringan adalah sebagai Material Struktural yang mampu menahan berat sendiri dan berat penutup atap beserta beban-beban hidup lain nya, dan menyalurkannya ke tumpuan struktural di bawahnya (ring balok) dengan baik. Perhitungan estimasi kebutuhan material baja ringan dapat dilakukan untuk mendapatkan berapa banyak penggunaan material baja ringan.
Cara menghitung luas atap rumah dan kuda kuda baja ringan membutuhkan kalkulator ilmiah karena perhitungan menggunakan konsep dasar rumus trigonometri yaitu cosinus dan tangen. Sobat Builders juga harus menyiapkan alat ukur/meteran untuk mengetahui lebar dan panjang dari atap Sobat Builders.
Saat perhitungan rumus kuda kuda baja ringan, ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu ketinggian atap rumah, kemiringan atap, dan overstek. Dari 3 hal yang diperhatikan
Ketinggian atap
Hal penting yang harus diperhatikan sebelum menghitung ketinggian rangka atap adalah menentukan terlebih dahulu jenis penutup atap yang akan digunakan. Dikarenakan setiap jenis penutup atap memiliki batasan sudut minimal yang berbeda-beda.
Contoh :
Genteng keramik dan beton diantara bersudut 30 s/d 35 derajat.
Sheet metal bersudut 5 s/d 60 derajat, dll
Cara menghitung ketinggian atap rumah adalah setengah dikali(X) lebar bangunan atap dikali(X) tangen a kemiringan sudut atap. Jika dituliskan dalam rumus matematika adalah: ½ x lebar bangunan x tan a (kemiringan sudut atap).
Kemiringan atap
Cara menghitung kemiringan kuda kuda pada atap adalah dengan menggunakan rumus setengah dikali(X) lebar bangunan dikali(X) cosinus kemiringan sudut atap. Jika dituliskan dalam rumus matematika adalah: ½ x lebar bangunan : cos a (kemiringan sudut atap).
Cara Menghitung Kemiringan Atap Rumah
Cara Menghitung Kemiringan Atap Rumah
Overstek
Sedangkan untuk overstek atap diperlukan untuk melindung bangunan dari tampias akibat air hujan yang terhempas angin dan dikhawatirkan akan masuk dari tepi ujung penutup atap. Sehingga overstek kuda-kuda baja ringan ini perlu dibuat lebih dan tidak rata dinding bangunan. Sementara support horizontal atau pengebokan batang overstek, diperlukan apabila overstek yang ada pada suatu bangunan itu melebihi dari 80 cm. Sementara Cara menghitung overstek dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
panjang overstek miring adalah jarak horizontal dari dinding terluar bangunan ke titik terluar overstek rangka atap baja ringan : cos a (kemiringan sudut atap).
Contoh mudah cara menghitung kuda-kuda baja ringan
Agar semakin mudah, Sobat Builder bisa memperhatikan bagaimana contoh cara menghitung kuda kuda baja ringan berikut ini menurut www.niscayaarsitek.com:
Ada sebuah rumah dengan bentuk atap pelana, ukuran bangunan (ring baloknya) 8m x 12m dengan sudut kemiringan 30° derajat (dari jenis penutup atap keramik) dan memiliki overstek datar 80cm.
Langkah pertama untuk mengetahui perhitungan kuda-kuda baja ringan adalah menghitung ketinggian atap (T) rumah dengan menggunakan rumus yang sudah dijelaskan, yaitu:
T (tinggi): ½ x lebar bangunan x tan a (kemiringan sudut atap)
T (tinggi): ½ x 8m x tan30° = 2,309m
Selanjutnya adalah menghitung kemiringan atap (K) dengan rumus, yaitu:
K (kemiringan): ½ x lebar bangunan : cos a (kemiringan sudut atap)
K (kemiringan): (½ x 8m) : cos30° = 4.62 m = 462 cm.
Langkah selanjutnya adalah cara menghitung Panjang overstek miring (Os) dari atap rumah yang telah ditentukan berukuran jarak datar nya adalah sebesar 80cm, maka akan didapatkan hasil:
Os (Panjang overstek miring) = panjang overstek datar : cos a (kemiringan sudut atap)
Os (Panjang overstek miring) = 80 cm : cos30° = 92.38 cm.
Dari perhitungan yang telah didapatkan maka total panjang sisi sayap adalah 4.62 m + 0, 92 m = 5.54 m
Dalam perhitungan kuda – kuda rangka atap baja ringan harus dilakukan secara teliti dan benar. Hal ini mencegah kegagalan konstruksi bangunan rumah Sobat Builders.
Perhitungan beban mati dan beban hidup suatu bangunan.
Selain menghitung kuda-kuda untuk pemasangan atap, Sobat Builder juga harus mengetahui beban dari bangunan rumah, diantaranya adalah mengetahui cara menghitung beban mati bangunan dan cara menghitung beban hidup bangunan untuk melihat beban maksimum yang harus ditahan pada bangunan. Sebelum itu, Sobat Builder harus mengetahui terlebih dahulu apa itu beban mati dan beban hidup:
Beban Mati (dead load)
Sedangkan beban mati merupakan muatan permanen atau statis, berkaitan dengan berat struktur bangunan yang tetap diam dan konstan dari waktu ke waktu. Beban mati mencakup elemen struktural, partisi non-struktural permanen, perlengkapan tidak bergerak seperti enternit, dan lain sebagainya. Beban mati bisa dihitung dengan menilai berat bahan dan volume yang sudah ditentukan.
Beban Hidup (live load)
Beban hidup merupakan muatan yang pengaplikasiannya bersifat sementara, dapat berubah, dan dinamis, contohnya seperti furniture dan peralatan rumah. Intensitas beban ini bervariasi tergantung pada waktu penggunaan. Beban hidup dapat didistribusikan dan dapat melibatkan getaran, berturan, serta percepatan.
Cara menghitung beban mati bangunan dan cara menghitung beban hidup bangunan menurut www.academia.edu yang dicoba menggunakan kanal C 150.65.20.3,2 adalah sebagai berikut: Beban Mati (dead load)
- Atap baja (spandek) = 50 N/m
- Jarak gording = 1,2 m
- Beban mati dari atap = 50 x 1,2
- QDL = 60 N/m
Beban Hidup (live load)
Beban hidup akibat air hujan
Diperhitungkan setara dengan beban genangan air setebal 1 inc = 25 mm
Qhujan = 0,025 x 10 = 0,25 kN/m²
Jarak antara gording (s) = 1,2 m
Beban air hujan = qhujan x s x 10³ = 0,25 x 1,2 x 10 = 300 N/m
QLL = 300 N/M
Beban hidup berdasarkan beban pekerja
Biasanya besar minimum 100 kg = PLL = 1000 N
Pastikan baja ringan memiliki kualitas terbaik dan dipasang oleh ahlinya
Penggunaan material baja ringan untuk pondasi rumah memang pilihan terbaik,
SEMOGA BERMANFAAT