02/04/2019
MENTAL MISKIN TETAP MISKIN
A: "Mas, apakah bisa bantu saya dapat pekerjaan?"
B: "Oke, apa pekerjaan yang kamu inginkan?"
A: "Apa saja deh mas, yang penting kerja."
B: "Ok, mungkin saya bisa minta kolega saya untuk kamu jadi sales disana"
A: "Kalau bisa jangan yang suruh jualan deh mas, saya gak terlalu s**a jualan."
B: "Oh gitu yah, oke... oke bentar yah, saya coba telepon teman saya di Jakarta."
Setelah menghubungi teman saya, sayapun memberitahu yang bersangkutan.
B: "Ok, kata teman saya dia sedang butuh admin untuk input penjualan. Kamu bisa ditempatkan di sana."
A: "Waduh mas, saya gak bisa komputer."
B: "Ok, kalau begitu mengapa gak bisnis saja?"
A: "Wah, bisnis kan butuh modal mas, saya gak punya modal."
B: "Oke, kalau misalnya saya ada teman yang bisa membantumu bisnis dengan modal kecil / tanpa modal, bagaimana?"
A: "MLM multi level yah mas? Kalau yang kayak gituan nggak deh pak, saya gak s**a MLM soalnya."
He..he...Saya belum selesai menjelaskan namun rasanya mendadak kehilangan kesabaran untuk membantu orang ini.
Banyak orang susah bukan karena tidak ada KESEMPATAN, namun masalahnya ada pada SIKAPNYA.
Teringat pesan Jack Ma sang pendiri Alibaba, bahwa di dunia ini orang yang paling sulit dilayani adalah orang BERMENTAL MISKIN.
Dikasih gratis "Saya mau diperalat apa nih?"
Dikasih murah, katanya, "Ini pasti barang jelek. Barang reject makanya jual murah."
Dikasih yang bagus "Ini pasti mahal."
Dikasih yang modern, "Saya gak berpengalaman."
Dikasih yang mudah, "Ah itu tradisional. Kunoooo."
Lalu mesti apa? Semua mental, tak ada satupun yang cocok dengan responnya.
Hilangkan mental miskin.
Belajarlah untuk ber- MENTAL KAYA. Apapun harus dipelajari, dicoba dan dijalankan.
BUKA HATI LEBIH BESAR
tentunya dengan KEJUJURAN dan KESABARAN.
"Orang bermental miskin adalah orang yang paling susah dilayani".
Diberi suatu peluang dengan gratis mereka pikir jebakan.
Ditawarkan investasi kecil mereka bilang hasilnya gak banyak.
Diajak investasi besar gak ada duit katanya.
Diajak melakukan hal-hal baru merasa tak punya pengalaman.
Diajak menjalankan bisnis tradisional, katanya berat persaingannya, sudah telat.
Diajak menjalankan model bisnis baru katanya Ribet
Diajak buka toko ngeluh gak bebas waktunya.
Diajak bekerja atau bisnis apa saja bilangnya gak punya keahlian.
Mereka punya kesamaan:
Senang bertanya pada google, senang bertanya pada teman-teman yang tidak capable, dan hobby menghabiskan waktu mendengarkan teman yang sama-sama HOPELESS. Hobby mengeluh tapi tak mengharap jalan keluar.
Mereka berpikir lebih banyak daripada professor, mereka berbicara seperti seorang politikus sekalipun, namun bertindak lebih sedikit daripada orang buta.
Tanyakan apa yang dapat mereka lakukan untuk hidup mereka, niscaya mereka tak bisa menjawab. Hanya menunggu tawaran ideal yang tak pernah lewat.
Orang bermental miskin gagal karena satu kesamaan sikap : "SEPANJANG HIDUP MEREKA HANYA MENUNGGU."
Lalu,
Benarkah kalian mau mengubah kehidupan kalian?
Teman-teman Jack Ma semua menolak saat diajak kerjasama. Semua menunggu hasil Jack Ma.
Namun saat dia sukses dengan Alibaba, teman-temannya sudah tak sanggup untuk ikut menikmati karena saham Alibaba sudah tak terbeli oleh mereka.
Sebagian lainnya hanya bergumam : "Ya dia memang beda".
Bukan beda dari makanannya karena dia pun orang biasa.
Bukan beda dari kecerdasan karena dia pun hanya guru bahasa inggris.
Tapi yg membedakan adalah ACTIONnya.
Saat kawan-kawannya menunggu perubahan datang, Jack Ma melakukan sesuatu untuk berubah.
Sampai kapan kita hanya menunggu dan tertinggal?
Lebih baik gagal dalam melakukan sesuatu.
Daripada tidak melakukan apa-apa dalam hidup.
Sepakat?