26/06/2019
Silahkan disimak dan semiga bermanfaat 😁
Atap rumah merupakan bagian rumah yang sangat penting ketika ingin mendirikan rumah idaman. Atap rumah ini berfungsi sebagai pelindung rumah yang harus didesain dengan tepat, agar rumah tahan panas, dingin, hujan dan terpaan angin.
Dalam mendukung fungsi utamanya, tentu Anda perlu memilih bahan yang berkualitas. Sehingga atap menjadi tahan lama. Ada beberapa jenis atap rumah dengan desain terbaru dan minimalis berdasarkan bahan pembuatnya adalah:
1. Atap dari Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat dikenal sebagai genteng sejuta umat. Sebab atap rumah yang berbahan genteng tanah liat sering dipakai oleh sejumlah orang. Dari yang tinggalnya di pedesaan hingga perkotaan. Keunggulan atap rumah dari genteng tanah liat:
harga relatif terjangkau
mudah dicari,
tersedia beragam bentuk dan model,
kokoh,
kuat (ketika dipijak),
tahan lama,
pemasangan mudah, dan
aman terhadap serangan serangga.
Adapun kekurangannya yaitu:
mudah berlumut dan berjamur bila tidak diaplikasikan cat pelapis,
pemasangan memerlukan material kayu dalam jumlah yang banyak sebagai rangka,
tidak terlalu kuat dalam menahan angin sehingga rangka harus kuat, dan
butuh ketelitian dalam pemasangan agar genteng tidak mudah bocor dan melorot.
2. Atap dari Genteng Beton
Genteng beton dicetak seperti genteng tanah liat. Namun biasanya genteng beton lebih bervariasi mulai dari bentuk hingga warnanya. Biasanya genteng beton ini digunakan pada rumah yang minimalis, karena mengusung gaya modern.
Keunggulan atap dari genteng beton:
tingkat kualitas tinggi,
lebih tahan lama / awet,
tahan terhadap cuaca, kebakaran, pelapukan, maupun serangan serangga,
lebih estetik, dan
sangat kokoh karena terbuat dari beton cord an tulangan besi.
Kelemahan dari atap genteng beton adalah:
atap genteng beton lebih berat dibandingkan dengan atap genteng tanah liat,
harga lebih mahal dibanding genteng tanah liat,
durabitas yang kurang prima terhadap angin, dan
waktu pemasangan lebih lama.
3. Atap dari Beton Cor
Atap beton cor disebut juga sebagai beton bertulang. Beton cor sering digunakan pada bangunan bertingkat yang lantainya lebih dari satu. Biasanya bagian atas dari atap beton cor digunakan sebagai tempat bersantai maupun tempat jemuran.
Keunggulan atap dari beton cor:
tahan lama,
memiliki bentuk yang kokoh,
tahan terhadap cuaca,
bebas dari pelapukan, dan
tahan terhadap kebakaran.
Sedangkan kelemahannya adalah:
jika umurnya semakin tua, atap menjadi mudah berlumut, ditumbuhi pakis, dan tumbuhan liar lainnya,
diperlukan pondasi cakar ayam yang sangat kuat menyokong atap beton cor, dan
jangan membangun pondasi melujur biasa karena akan menyebabkan pondasi tidak kuat, dan berat beban tidak seimbang, sehingga memicu tembok menjadi retak.
4. Atap dari Seng
Atap rumah dari seng sering digunakan pada warung-warung atau toko pinggir jalan.
Keunggulan atap seng:
minim penggunaan rangka,
beratnya cukup ringan,
sangat terjangkau dibanding atap lainnya
Kelemahannya yaitu:
pemasangan memerlukan paku pada rangka,
mudah berkarat,
memerlukan tambahan beban untuk mencegah bergesernya atap karena angin,
terlihat seperti rumah yang tidak sehat ketika digunakan dalam jangka waktu yang lama,
menimbulkan suara berisik saat hujan, dan
dapat menahan panas sehingga suhu di dalam rumah menjadi panas.
5. Atap Asbes
Hampir sama seperti seng, namun tidak menyerap panas.
Keunggulan atap asbes:
Harga terjangkau,
mudah ditemukan,
pemasangan mudah,
tahan lama, dan
ringan.
Kelemahan atap asbes:
berisiko terhadap kesehatan, karena serat asbes mengandung karbon yang mudah terkelupas, sehingga mengganggu kesehtan pernapasan,
tidak kokoh,
mudah pecah, dan
butuh kehati-hatian dalam memasang karena mudah pecah.
6. Atap Canopy
Atap canopy sering digunakan untuk area teras rumah, car port dan garasi mobil. Dalam pemasangannya biasanya langsung memanggil jasa las.
Keunggulan atap canopy:
memiliki bentuk yang cantik dan bervariasi,
pemasangan sangat mudah dan cepat,
daya tahan tinggi dan awet, dan
harga relatif murah.
Kelemahannya yaitu:
pemasangan tanpa ventilasi yang cukup, membuat rumah menjadi gelap,
pergantian udara dalam ruangan terhambat, dan
berisik ketika hujan.
7. Atap dari Genteng Keramik
Genteng keramik tentu terbuat dari keramik, yang berasal dari tanah liat. Pembuatan genteng keramik hampir sama seperti genteng yang lain, yang membedakan adalah adanya pelapisan pewarna glatzur pada tahap finishing. Adapun pemasangan genteng kaca biasanya terdapat pada balkon rumah mewah.
Keunggulan atap rumah dari genteng keramik:
warna tahan lama,
pilihan warna beragam,
tahan terhadap api,
minim perawatan,
ramah lingkungan,
menggunakan sistem interlock,
warna genteng cantik dan berkilau, dan
kuat.
Kelemahan atap genteng keramik:
pemasangan harus di kunci dengan mur baut pada rangkan yang terbuat dari kayu atau beton,
harganya mahal, dan
pemasangan harus memperhatikan kemiringan minimum 30 derajat, agar air hujan mengalir lancar dan atap tidak lepas akibat angin yang bertiup kencang.
8. Atap dari Genteng Kaca
Atap ini terbuat dari bahan kaca. Genteng kaca biasa dialih fungsikan sebagai ventilasi bangunan. Dengan demikian, sinar matahari mudah masuk ke dalam rumah atau bangunan.
Kelebihan atap genteng kaca:
menjaga dan mencegah dinding dari kelembapan, dan
mencegah tumbuhnya jamur.
Kelemahan atap genteng kaca:
mudah pecah,
model genteng terbatas,
hanya dapat digunakan pada bagian tertentu dalam bangunan, dan
jika kebanyakan menggunakan genteng kaca, suhu dalam rumah akan semakin panas.
9. Atap dari Genteng Metal
Genteng metal terbuat dari logam anti karat atau baja lapis ringan. Logam anti karat tersebut merupakan campuran dari bahan aluminium, besi, tembaga, dan seng. Bentuknya hampir sama seperti lembaran seng. Atap metal biasa digunakan pada atap sekolah dan bengkel.
Keunggulan genteng metal:
lebih ringan dari genteng bermaterial lain,
memiliki efek memantulkan tanah sehingga rumah terasa sejuk,
anti pecah,
anti lumut,
tahan dari percikan api sehingga tidak mudah terbakar,
anti karat sehingga tahan terhadap kondisi hujan,
bebas perawatan, dan
fleksibel untuk dipasang di berbagai bidang.
Kelemahan genteng metal:
harga lumayan mahal, dan
pemasangan memerlukan ketelitian yang tinggi.
10. Atap Sirap
Atap sirap terbuat dari bahan kayu, berupa lempengan kayu seperti triplek. Biasanya atap sirap digunakan pada gedung-gedung bersejarah, pendopo, gazebo, rumah joglo, dan digunakan di rumah sederhana yang berada di daerah sejuk.
Keunggulan atap sirap:
bentuk unik, dan
tidak menyerap panas sehingga bangunan menjadi sejuk.
Kelemahan atap sirap:
harga mahal,
susah didapatkan,
pemasangan lumayan susah dan memerlukan waktu yang lama,
memerlukan perawatan teratur, dan
tidak tahan lama sehingga perlu bongkar pasang atap sirang yang baru.
11. Atap dari Genteng Aspal
Terbuat dari campuran aspal dan bahan kimia. Atap ini biasa dipakai pada bangunan yang rawan bencana sehingga butuh genteng yang kuat dan tahan terhadap berbagai gangguan.
Kelebihan atap genteng aspal:
tahan terhadap percikan api sehingga tidak mudah terbakar,
lebih ringan dibanding atap berbahan metal dan keramik,
tahan terhadap jamur karena genteng aspal memiliki pelapis anti jamur,
bersifat anti pudar sehingga sangat awet untuk bangunan rumah, dan
tahan dari terpaan angin kencang sehingga akan tetap kokoh melindungi bagian rumah,
memiliki warna yang beragam.
Sedangkan kelemahannya yaitu:
mahal,
butuh kerangka yang cukup kuat, dan
memiliki berat yang lebih besar dibanding jenis atap lain.
Itulah 11 jenis atap rumah yang cukup pop**ar di Indonesia. Dari jenis-jenis atap rumah tersebut, sesuaikan pilihan Anda dengan budget, konsep bangunan, dan cuaca di daerah rumah Anda. Sehingga hunian Anda pun tampak minimalis, sejuk, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.