CKS Project

Directions

CKS Project Man arafa nafsahu, Faqod arafa rabbahu☝️
Awaluddin ma'rifatullah

05/10/2026

Ruh terbagi ke dalam 4 bagian:

(1). Ruh Al-Qudsi (ruh termurni), yaitu ruh yg berada di alam lahut atau alam ma’rifat atau alam tertinggi. Ruh ini adalah hakikat manusia yg disimpan di dalam lubuk hati. Keberadaannya akan diketahui dengan taubat dan menanamkan kalimatul iman dengan sungguh². Bukan hanya bersyahadat Laa ilaaha illallaah di mulut saja, namun ditanamkan dengan kokoh ke dalam q qolbu. Ruh ini dinamakan oleh ahli Tasawuf sebagai bayi ma’nawi (thiflul ma’ani). Ruh inilah yg senantiasa akan mampu berhubungan dengan Allah Ta’ala, sedangkan badan atau jasmani ini bukan mahromnya bagi Allah. Ruh Al-Qudsi telah Allah tempatkan di dalam rasa (sirri). Alatnya adalah ilmu hakikat, yaitu ilmu tauhid. Amalannya adalah mudawamah nama² Tauhid dengan lisan sirr tanpa suara dan huruf. Siapapun tidak ada yg mampu melihat/menelitinya kecuali Allah. Adapun keuntungannya yaitu keluarnya tiflul ma’ani, musyahadah serta terarah dan melihat kepada Dzat Allah dalam keagungan-Nya dan dalam keindahan-Nya dengan penglihatan sirri.

(2). Ruh Sulthoni, adalah ruh yg memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam jabarut. Tempat ruh ini adalah fu’ad (mata hati). Alatnya adalah ma’rifat dan amalannya adalah mudawamah asma Allah dengan lisan dan hati (qolbu). Adapun keuntungan pengolahan dari ruh sulthoni adalah melihat pantulan “Jamalillah” (keindahan Allah).

(3). Ruh Sairani Rawani (ruh ruhani), adalah ruh yg memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam malakut. Tempatnya adalah hati (qolbu). Alatnya adalah mudawamah asma’ul bathin tanpa suara dan huruf, hasilnya adalah ma’rifat kepada Allah Ta’ala, ilmu bathin, memperoleh ketenangan di dalam bergaul, hidupnya hati dan musyahadah di alam malakut (seperti menyaksikan surga dan ahlinya dan malaikat²nya). Tempatnya di akhirat adalah surga tingkat ke dua yaitu jannatun na’im.

(4). Ruh Jismani, adalah ruh yg memiliki lapisan (balutan cahaya) di alam mulki (alam terendah bagi ruh). Ruh jismani telah Allah tempatkan di dalam jasad antara daging dan darah tepatnya di wilayah dada dan anggota badan yg dzahir. Alat untuk mengolah ruh ini adalah syari’at, hasilnya adalah wilayah (pertolongan Allah), mukasyafah (terbukanya hijab antara manusia dengan Allah), dan musyahadah (merasa berhadap-hadapan dengan Allah). Keuntungan di akhirat akan ditempatkan di jannatul ma’wa.

Setiap ruh itu mempunyai hanut (tempat) di daerah keberadaannya, dan bekal/alat pengolahannya dan keuntungan/hasil pengolahannya dan cara pengolahannya yg tidak pernah sia² yg diketahui secara tertutup (rahasia) maupun secara terbuka. Oleh karena itu wajib bagi setiap manusia untuk mengetahui cara mengolah dirinya, sebab apa yg dilakukan di muka bumi ini akan diminta pertanggung jawabannya kelak di hari kiamat.

Tujuan utama didatangkannya manusia ke alam terendah adalah agar manusia berupaya kembali mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai derajat (kembalinya manusia ke tempat asalnya) dengan menggunakan hati (qolbu) dan jasad. Maka perlu ditanamkan bibit tauhid di ladang hati agar tumbuh menjadi pohon tauhid yg akarnya tertanam di dalam rasa dan menghasilkan buah tauhid untuk mencapai ridha Allah Ta’ala.

Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani menyebut ruh atau hakikat Muhammad itu adalah akal.

06/09/2026

Apa ya...

Terlalu berisik terlalu banyak drama, cukup sy hadapin dengan senyum dan diam..

Cukup sy menyimak Dan akan kuledakkan pada waktunya.. !!!

02/09/2026

"𝘼𝙡-𝙄𝙣𝙨𝙖̄𝙣𝙪 𝙎𝙞𝙧𝙧𝙞̄ 𝙬𝙖 𝘼𝙣𝙖 𝙎𝙞𝙧𝙧𝙪𝙝𝙪"

Kalimat yang engkau maksud adalah:

الإِنْسَانُ سِرِّي وَأَنَا سِرُّهُ

"Manusia adalah Rahasia-Ku, dan Aku adalah Rahasia-nya."

Ini adalah ungkapan yang sangat mulia sering dikutip dalam tradisi sufisme, termasuk Ibnu Arabi, sebagai penjelasan rahasia hubungan antara Allah dan manusia sejati.

Kalimat ini bersumber dari Hadits Qudsi yang berkaitan dengan hadits: "Aku adalah Harta Karun yang Tersembunyi..."

Al-Insānu Sirrī — "Manusia adalah Rahasia-Ku"

Allah menciptakan manusia sebagai tempat tersembunyi nya Rahasia Dzat-Nya.

Langit dan bumi, malaikat, dan seluruh makhluk lain tidak mampu "menampung" rahasia ini hanya manusia (al-Insān) yang dijadikan sebagai mikrokosmos sempurna, mencermin kan seluruh Asma dan Sifat Allah secara utuh.

Manusia adalah rahasia Allah karena di dalamnya terungkap apa yang tersembunyi sejak azali: keinginan Allah untuk dikenal (berdasarkan hadits: Aku adalah Harta Karun yang tersembunyi, lalu Aku ingin dikenal)
​
Manusia adalah cermin di mana Allah memperlihatkan diri-Nya kepada diri-Nya sendiri
​
Seluruh alam semesta bagaikan huruf-huruf, sedangkan manusia adalah makna rahasia yang dikehendaki dari penciptaan

Wa Ana Sirruhu
"Dan Aku adalah Rahasia-nya".

Jika manusia menyimpan Rahasia Allah, maka Allah sendiri adalah Rahasia terdalam manusia.

Hakikat sejati manusia bukanlah jasad atau ego, melainkan Dzat Allah yang tersembunyi di dalamnya.

Di balik segala sifat makhluk, di kedalaman yang paling dalam, tidak ada lain selain Allah inilah rahasia sejati manusia
​
Maka ada pepatah sufi yang sejalan: "Barangsiapa mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya"
​
Perjalanan spiritual bukanlah mencari Allah di luar diri, melainkan menyingkap tirai dari dalam diri menemukan bahwa yang dicari selama ini ternyata yang mencari itu sendiri.

Rahasia Utama
Dua Arah Satu Realitas

Ibnu Arabi menjelaskan bahwa kalimat ini menggambar kan hubungan timbal-balik yang abadi:


Manusia adalah Rahasia-Ku Dan Aku adalah Rahasia-nya

Allah menampakkan Diri-Nya dalam wujud manusia agar dikenal

Manusia pada hakikat terdalamnya adalah Allah yang tersembunyi

Makhluk menjadi tempat penampakan al-Haqq

Al-Haqq menjadi Hakikat sejati makhluk

Tanpa manusia Allah tetap "Harta Karun tersembunyi", tidak terungkap.

Tanpa Allah manusia hanyalah bentuk kosong, tanpa hakikat

🗝️Intinya:
Manusia dijadikan sebagai Wujud yang menyembunyikan sekaligus menyingkap kan Allah.

Ia adalah cermin: cermin itu sendiri bukanlah gambar, tetapi di sanalah gambar tampak.

Demikian p**a manusia bukan Allah, tetapi tempat Allah menampakkan diri-Nya secara sempurna.

Tidak ada dua wujud "Aku" yang bersembunyi dan "kamu" yang menyembunyikan pada hakikatnya satu wujud
​
Perbedaan hanyalah cara penampakan: Allah adalah Zat yang tersembunyi, manusia adalah bentuk yang menampakkan
​
Ketika manusia sampai pada maqam ma'rifat yang sempurna, ia tidak lagi berkata "aku ada" ia menyaksikan bahwa yang ada hanyalah Dia, dan dirinya hanyalah rahasia-Nya yang tampak.

Ringkasan Hakikat

"Manusia adalah Rahasia-Ku" Allah menyembunyikan dan menampakkan Diri-Nya secara paling sempurna dalam manusia.

"Dan Aku adalah Rahasia-nya"

Hakikat terdalam manusia bukanlah dirinya sendiri, melainkan Allah.

Maka mengenal diri sejati = mengenal Allah.

Ada penyakit yang tidak tampak oleh mata, tidak terdeteksi oleh alat medis, tetapi perlahan menggerogoti kedalaman jiwa ...
30/08/2026

Ada penyakit yang tidak tampak oleh mata, tidak terdeteksi oleh alat medis, tetapi perlahan menggerogoti kedalaman jiwa manusia. Penyakit itu bukan berasal dari tubuh, melainkan dari sesuatu yang lebih halus dan lebih berbahaya, yaitu ketika hawa nafsu mulai terasa manis di dalam hati. Pada awalnya ia datang seperti bisikan kecil yang tampak sepele, menawarkan kenyamanan, kesenangan, dan pembenaran bagi setiap keinginan yang muncul. Namun tanpa disadari, bisikan itu perlahan berubah menjadi penguasa yang mengendalikan keputusan, arah hidup, bahkan cara seseorang memandang kebenaran.

Ketika hawa nafsu telah menetap di dalam qalbu, ia tidak lagi terlihat sebagai sesuatu yang harus dilawan. Ia justru terasa seperti sahabat yang selalu membenarkan langkah-langkah kita. Di titik inilah manusia sering kali kehilangan kemampuan untuk melihat dirinya sendiri dengan jujur. Secara sosial ia masih tampak baik, secara psikologis ia merasa tenang, tetapi di kedalaman batin terjadi sesuatu yang sunyi namun mengkhawatirkan. Hati yang seharusnya menjadi tempat cahaya justru berubah menjadi ruang yang perlahan dipenuhi kabut keinginan.

1. Ketika kesenangan mulai terasa seperti kebenaran

Ada saat ketika seseorang tidak lagi membedakan antara apa yang menyenangkan dan apa yang benar. Hawa nafsu memiliki cara yang sangat halus untuk mengaburkan batas ini. Ia membungkus keinginan dengan logika, menutupi dorongan dengan alasan yang terdengar masuk akal. Dalam kondisi seperti ini manusia tidak merasa sedang tersesat, justru ia merasa sedang berjalan dengan sangat wajar. Inilah manisnya hawa nafsu yang paling berbahaya, karena ia tidak memaksa, tetapi membuat seseorang rela mengikuti.

2. Hati yang perlahan kehilangan kepekaan

Qalbu pada dasarnya diciptakan dengan kemampuan merasakan kebenaran. Ia dapat gelisah ketika melakukan kesalahan dan tenang ketika berada di jalan yang lurus. Namun ketika hawa nafsu terus dimanjakan, kepekaan itu perlahan memudar. Kesalahan yang dulu terasa berat kini terasa biasa saja. Pelanggaran yang dulu menimbulkan rasa bersalah kini dianggap sebagai bagian dari kehidupan. Tanpa disadari hati menjadi tumpul, seperti alat yang terlalu lama dipakai tanpa pernah diasah kembali.

3. Nafsu yang selalu meminta lebih

Hawa nafsu memiliki sifat yang tidak pernah puas. Ia seperti api yang semakin besar ketika terus diberi bahan bakar. Ketika seseorang menuruti satu keinginan, muncul keinginan berikutnya yang lebih kuat. Ketika satu ambisi tercapai, muncul ambisi lain yang lebih besar. Dalam perjalanan ini manusia sering merasa sedang mengejar kebahagiaan, padahal sebenarnya ia sedang dikejar oleh keinginannya sendiri.

4. Ilusi kebebasan yang sebenarnya adalah perbudakan

Banyak orang merasa bebas ketika dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Namun kebebasan seperti ini sering kali hanyalah ilusi. Ketika hidup sepenuhnya dikendalikan oleh hawa nafsu, manusia sebenarnya sedang berada dalam bentuk perbudakan yang paling halus. Ia tidak lagi dipimpin oleh kesadaran, melainkan oleh dorongan yang terus menuntut pemuasan. Ia merasa merdeka, padahal setiap langkahnya ditentukan oleh sesuatu yang tidak pernah benar-benar ia kendalikan.

5. Rasionalisasi yang menenangkan hati

Salah satu kekuatan hawa nafsu adalah kemampuannya membuat manusia membenarkan dirinya sendiri. Ketika seseorang mulai merasa tidak nyaman dengan tindakannya, nafsu segera menghadirkan alasan yang tampak logis. Ia berkata bahwa semua orang juga melakukan hal yang sama, bahwa keadaan memaksa, bahwa hidup memang seperti ini. Rasionalisasi ini membuat hati terasa tenang sementara, tetapi di kedalaman batin sebenarnya sedang terjadi pengikisan kejujuran terhadap diri sendiri.

Perpisahan sering datang tanpa aba-aba.Ia hadir membawa sepi, menyisakan tanya,Dan meninggalkan luka yang tak selalu Ter...
12/08/2026

Perpisahan sering datang tanpa aba-aba.
Ia hadir membawa sepi, menyisakan tanya,
Dan meninggalkan luka yang tak selalu
Terlihat Oleh mata.

Hati terasa berat menerima kenyataan,
Seakan yang pergi adalah bagian dari diri
Yang Sulit tergantikan.

Namun, di balik setiap perpisahan,
Allah tidak Pernah keliru menuliskan takdir.
Apa yang lepas Dari genggaman kita,
Sejatinya sedang diganti Dengan sesuatu
Yg lebih sesuai dengan kebutuhan jiwa kita,
Meski saat ini belum kita pahami.

Terkadang Allah menjauhkan seseorang
Bukan karena kita tidak pantas bersamanya, Tetapi karena Allah tahu ia tidak baik untuk Perjalanan iman kita.

Kita melihat kehilangan,
Allah melihat Penyelamatan.

Perpisahan mengajarkan kita untuk
Kembali Bergantung hanya kepada Allah.
Menguatkan sabar, melatih ikhlas,
Dan Menumbuhkan keyakinan bahwa Kebahagiaan Tidak pernah bergantung
Pada satu makhluk.

Boleh jadi yang pergi adalah sebab kita
Lebih Dekat kepada Allah.
Boleh jadi yang hilang adalah jalan
Agar hati kita Tidak tersesat terlalu jauh
Dalam cinta dunia.

Karena sejatinya :
Tidak ada yang benar-benar Hilang
Dalam hidup orang beriman.
Semua yang pergi telah diganti dengan Pelajaran,Kedewasaan & pahala kesabaran.

Maka jika hari ini kamu sedang merasakan Pahitnya perpisahan,
Jangan terburu menilai Bahwa ini musibah.
Bisa jadi inilah cara Allah Menyelamatkanmu Dari sesuatu yang tidak Kamu ketahui.

Yakinlah,
Di balik perpisahan, Allah sedang
Menyiapkan pertemuan yang lebih baik,
Waktu yang lebih tepat, dan takdir yang
Lebih indah.

Kadang perpisahan tidak hanya
Mematahkan Harapan, Tetapi juga Meruntuhkan Kesombongan hati Yang Diam-diam merasa Mampu memiliki.

Kita merasa kehilangan, karena sebelumnya Kita merasa menggenggam.
Padahal sejak awal, tidak ada Satupun yang Benar-benar milik kita.

Allah mengambilnya bukan untuk menyiksa, Tetapi untuk menunjukkan betapa rapuhnya Sandaran kita kepada makhluk.
Agar kita sadar, bahwa yang selama ini kita Jadikan tempat bergantung, ternyata sama Lemahnya dengan diri kita sendiri.

Di titik paling hancur itu,
Ketika air mata tidak lagi bisa ditahan,
Ketika dada terasa sesak oleh rindu yang tak Tersampaikan,
Di situlah Allah sedang Membuka hijab Antara Hamba dan Rabb-Nya.

Perpisahan membuat doa menjadi lebih jujur. Sujud menjadi lebih lama. Hati menjadi lebih Lembut.
Dan jiwa mulai belajar berbicara Hanya
Kepada Allah, Bukan lagi kepada manusia.

Apa yang hancur di dunia,
Sering kali sedang Dibangun di langit.

Allah Tidak mengosongkan hatimu
Tanpa alasan.
Kekosongan itu sengaja Allah ciptakan
Agar Hanya Dia yang mengisinya.

Maka jika hatimu hari ini terasa sangat
Hancur Karena perpisahan,
Jangan takut. Bisa jadi inilah cara Allah Mempersiapkan hatimu untuk derajat yang Lebih Tinggi.
Karena hati Yg pernah retak, Biasanya lebih Mudah ditembus cahaya Hidayah.

Perpisahan memang menyakitkan.
Tetapi bagi yang memahami rahasia Allah, Perpisahan adalah jalan sunyi menuju Kedekatan yang lebih dalam

Makrifatullah dimulai ketika kita menyadari bahwa Allah tidak dapat diukur dengan perasaan makhluk, tidak dapat dibayang...
26/07/2026

Makrifatullah dimulai ketika kita menyadari bahwa Allah tidak dapat diukur dengan perasaan makhluk, tidak dapat dibayangkan oleh khayalan, dan tidak dapat diserupakan dengan apa pun. Selama seseorang masih membayangkan Allah seperti makhluk, tulisan, lafadz, angka, huruf, bayangan, ruang kosong, ruang hampa, dll, maka ia belum mengenal-Nya sebagaimana mestinya.

Lalu, bagaimana kita mengingat Allah?

"Araftu Rabbi bi Rabbi"
Aku mengenal Tuhanku melalui Tuhanku.

Disclaimer : "tidak ada yg sebenar-benarnya mengenal DIA, karna DIA Maha Introvert, kecuali hanya sedikit.

Kita mengingat-Nya hanya sedikit melalui apa yang Allah perkenalkan tentang diri-Nya: Nama²-Nya yang indah, Perbuatan-Nya yang sempurna, Ayat²-Nya, Nikmat-Nya, Rahmat-Nya, Hikmah-Nya, dan Kekuasaan-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Ketika seseorang mengenal Allah, ia akan menyadari bahwa tidak ada kehendak yang mampu mengalahkan kehendak Allah, tidak ada kekuasaan yang berdiri di luar kekuasaan-Nya, dan tidak ada satu pun kejadian yang keluar dari ilmu dan izin-Nya. Seluruh alam semesta berjalan di bawah kuasa Allah Yang Maha Esa.

Makrifatullah bukan sekadar mengetahui bahwa Allah itu ada. Makrifatullah adalah hadirnya kesadaran dalam akal mata hati bahwa Allah senantiasa bersama ilmu-Nya, melihat setiap amal, mendengar setiap doa, mengatur setiap kejadian, dan Maha Bijaksana dalam setiap ketetapan-Nya, yg sudah di Skenario kan oleh-Nya.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin kecil dunia di hadapannya, semakin ringan menjalani peran yang dipikulnya, semakin sedikit ia bergantung kepada makhluk, dan semakin kuat tawakalnya kepada Allah.

Karena makna mengingat Allah bukanlah membayangkan Zat-Nya, melainkan menghadirkan Keagungan-Nya di dalam akal mata hati hingga akal ini tunduk, cinta, takut, berharap, dan berserah diri hanya kepada-Nya.

Sampai pada masanya kehilangan "makna dan arti" tentang Diri-Nya...

Dampak mengingat DIA, semua kembali ke fitrah-Nya dan riset pabrik ke titik NOL (Netral dalam segala sudut pandang). Tidak ada salah, benar, dosa, pahala, surga, dan neraka. Karna semuanya perbuatan DIA dan hanyalah DIA yg sedang bermain bersenda gurau dengan karya-Nya, tidak bisa di intervensi oleh siapapun!!

Semua mutlak dalam genggaman dan kuasa-Nya...
Sampai tidak ada lagi yg bisa di Ingat tentang Diri-Nya...
Semua melebur dan kembali pada Diri-Nya yg MAHA.
Hanya bisa menangis, tersenyum, & tertawa tanpa arti dan tanpa makna 🥺.
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

06/06/2026

Silahkam koment dengan tingkat pemahaman anda tuan😊😊🙏

28/05/2026

🫶🫶🔥🔥🔥

Address

Jalan Poros Polman-pinrang, Desa Mirring Dusun Tappina , Kec Binuang, Kab Polewali Mandar
Polewali
91311

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CKS Project posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share