27/10/2024
John Gray, pakar relationship dunia membagi 12 karakteristik feminin dan maskulin yang dipaparkan dalam tabel berikut ini.
Karakteristik feminin dan maskulin sebenarnya bukan hanya yang tersebut di atas, tetapi agar lebih mudah dikenali dan mudah dibahas maka kita ambil inti perbedaan karakteristik antara keduanya.Jika kita perhatikan, rasa-rasanya tidak ada manusia yang hanya memiliki satu karakteristik saja. Misalnya, seberapapun maskulin seorang laki-laki, sepertinya tidak mungkin jika dia tidak memiliki jiwa merawat sama sekali, tidak mempercayai siapa pun, atau tidak berorientasi pada hubungan? Tidak mungkin kan?
Nah, ini menjadi bukti bahwa feminitas dan maskulinitas itu ada di dalam diri laki- laki maupun perempuan. Susunannya saja yang berbeda, kombinasinya pun tidak sama.Jika kita pelajari lebih lanjut, dua kelompok karasteristik ini apabila disatukan menjadi sifat-sifat yang saling melengkapi, terutama dalam kehidupan berpasangan atau dalam tatanan rumah tangga. Misalnya, idealnya dalam diri laki-laki dominan kemandirian, dan perempuan dominan bergantung. Di sini bukan berarti sang suami tidak bergantung pada istri dalam urusan tertentu atau sang istri sama sekali tidak mandiri. Namun kombinasi yang tepat, saling melengkapi, antara karakter mandiri dan bergantung ini akan menjadi suatu tatanan yang harmonis.
Contoh ideal lainnya, laki-laki memiliki kemampuan menganalisis yang baik, keakuratan cara berpikir dan bertindak, kemampuan membaca data. Namun dalam kehidupan berpasangan, manusia akan menjadi seperti robot tidak berperasaan jika hanya mengandalkan hal tersebut, butuh sentuhan perasaan, intuisi, dan bisikan hati nurani untuk menyeimbangkan sehingga laki-laki memiliki kadar maskulin sesuai porsi dan perempuan yang mendampingi pun memiliki jiwa feminitas yang seimbang maka akan tercipta keserasian dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Itulah jawaban mengapa feminitas dan maskulinitas perlu dibahas dalam buku ini. Bukan sekadar mengotak-ngotakkan. Namun untuk belajar bersama, bagaimana laki-laki dan perempuan mampu mengasah sisi feminin dan maskulin agar sesuai porsi yang semestinya. Bukan hanya demi harmonisasi kehidupan rumah tangga, tetapi